Posts Tagged ‘warisan’

Janda Tidak Berhak Menguasai Harta Peninggalan Suami Karena Melakukan Hubungan di Luar Kawin dengan Laki-laki Lain


Kaidah hukum:
Seorang janda yang melakukan perhubungan di luar kawin dengan laki-laki lain hingga melahirkan anak dan keluarga “kepurusa” dekat mengajukan keberatan atas perbuatan itu, maka janda tersebut telah menyalahi darmanya sebagai janda dan tidak berhak menguasai harta peninggalan mendiang suaminya.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 588 K/Sip/1974
Terbit : 1977-1
Hal. 86-91

Sengketa Warisan


Kaidah Hukum:

Karena tidak dapat dibuktikan bahwa sawah sengketa diperoleh dalam perkawinan kesatu dan kedua, maka harus dianggap sebagai warisan dari almarhum ibu penggugat asal dan tergugat asal yang belum dibagi. (penggugat asal dan tergugat asal adalah dari satu ibu lain bapak).
Pembagian warisan dalam perkara ini sekarang harus menurut hukum yang mengakui hak wanita sama dengan hak laki-laki dalam hukum warisan. (peninggal warisan, ialah ibu penggugat asal/ibu tergugat asal, meninggal pada jaman Jepang).

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 707 K/Sip/1973
Terbit : 1976
Hal. 118-124

Hukum Waris Adat di Hinako Nias


Kaidah hukum:
Berdasarkan keterangan saksi-saksi yang didengar tentang hukum/ kebiasaan yang berlaku, maka apabila seorang pewaris meninggal dunia di kampung Hinako, Kabupaten Nias, untuk menentukan cara pembagian harta warisannya, hukum warisan yang dipakai adalah bertitik tolak kepada Agama yang dianut si pewaris yang meninggalkan harta warisan tersebut, yakni apabila si pewaris yang meninggal beragama Islam, maka pembagian hartanya dilakukan menurut Hukum Islam dan apabila si pewaris yang meninggal beragama Kristen, maka pembagian hartanya dilakukan menurut Adat.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 172 K/Sip/1974
Terbit : 1975
Hal. 102-106

Pembagian Warisan Menurut Hukum Adat


Kaidah hukum:
Tentang pelaksanaan pembagian harta warisan yang belum terbagi, hukum adat yang harus diperlakukan adalah hukum adat (Yurisprudensi) yang berlaku pada saat pembagian tersebut dilaksanakan, jadi hukum adat yang berlaku pada dewasa ini.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 182 K/Sip/1970
Terbit : 1971
Hal. 193-197

Anak Angkat Berhak Atas Barang Gawan Hasil Usaha Pewaris


Kaidah hukum:
Anak angkat pewaris berhak atas barang gawan yang diperoleh dari usaha pewaris sendiri dan tidak perlu dibagi dengan ahli waris ke samping.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 679 K/Sip/1968
Terbit : 1970
Hal. 271

Gugatan Warisan yang Dikuasai Pihak Ketiga Tidak Perlu Diajukan Oleh Semua Ahli Waris


Kaidah hukum:
Tuntutan ttg pengembalian brg warisan dr tangan pihak ketiga kpd para ahli waris yg berhak tdk perlu diajukan oleh semua ahli waris.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 439 K/Sip/1968
Terbit : 1969
Hal. 743-746

Gono Gini Almarhum Neneknya yang Dikuasai Ahli Waris Nenek Tirinya


Kaidah hukum:
Penggugat menuntut gono gini almarhum neneknya yang dikuasai ahli waris nenek tirinya.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 7 K/Sip/1967
Terbit : 1969
Hal. 523-526