Posts Tagged ‘waris’

Gugatan Terhadap Tergugat Yaitu Istri Sah Dari Mendiang Ayah Kandung Penggugat Mengenai Harta Warisan Yang Dikuasai Oleh Tergugat


Kaidah Hukum:
Penggugat mengajukan gugatan terhadap tergugat yaitu istri sah dari mendiang ayah kandung penggugat mengenai harta warisan yang dikuasai oleh tergugat.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 100 K/Sip/1967
Terbit : 1969
Hal. 432-436

Iklan

Hukum Waris Adat di Hinako Nias


Kaidah hukum:
Berdasarkan keterangan saksi-saksi yang didengar tentang hukum/ kebiasaan yang berlaku, maka apabila seorang pewaris meninggal dunia di kampung Hinako, Kabupaten Nias, untuk menentukan cara pembagian harta warisannya, hukum warisan yang dipakai adalah bertitik tolak kepada Agama yang dianut si pewaris yang meninggalkan harta warisan tersebut, yakni apabila si pewaris yang meninggal beragama Islam, maka pembagian hartanya dilakukan menurut Hukum Islam dan apabila si pewaris yang meninggal beragama Kristen, maka pembagian hartanya dilakukan menurut Adat.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 172 K/Sip/1974
Terbit : 1975
Hal. 102-106

Pemalsuan Surat


Kaidah hukum:

Surat penetapan ahli waris yang dikeluarkan oleh Pengadilan Agama di Bogor tidak dapat dipandang sebagai akte otentik yang dimaksudkan dalam pasal 266 KUHP.

Yursprudensi Mahkamah Agung

No. 329 K/Kr/1980

Terbit : 1980-1

Hal. 36-48

Anak Angkat Berhak Mewarisi Harta Gono Gini Orang Tua Angkat dan Menutup Hak Waris Saudara Orang Tua Angkatnya


Kaidah hukum:
Menurut Hukum Adat yang berlaku seorang anak angkat berhak mewarisi harta gono-gini orang tua sehingga ia menutup hak waris para saudara orang tua angkatnya.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 102 K/Sip/1972
Terbit : 1974
Hal. 205-225

Hukum Waris Adat Tapanuli


Kaidah hukum:
Tanah yang bukan merupakan tanah pusaka sebagaimana tersebut dalam bahasa daerah di Tapanuli “golad” tetapi merupakan tanah garapan dari suami-isteri dalam perkawinan pertama dan yang dibawa si isteri kedalam perkawinannya kedua setelah suami yang pertama meninggal dunia dan dari perkawinannya kedua itu tidak ada anak, seluruhnya harus kembali kepada anak satu-satunya dari perkawinan yang pertama sekalipun anaknya itu seorang perempuan.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 1037 K/Sip/1971
Terbit : 1974
Hal. 187-204

Anak Angkat Berhak Atas Barang Gawan Hasil Usaha Pewaris


Kaidah hukum:
Anak angkat pewaris berhak atas barang gawan yang diperoleh dari usaha pewaris sendiri dan tidak perlu dibagi dengan ahli waris ke samping.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 679 K/Sip/1968
Terbit : 1970
Hal. 271

Gugatan Warisan yang Dikuasai Pihak Ketiga Tidak Perlu Diajukan Oleh Semua Ahli Waris


Kaidah hukum:
Tuntutan ttg pengembalian brg warisan dr tangan pihak ketiga kpd para ahli waris yg berhak tdk perlu diajukan oleh semua ahli waris.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 439 K/Sip/1968
Terbit : 1969
Hal. 743-746