Posts Tagged ‘tuntutan’

Besarnya Ganti Rugi Pada Hakekatnya Merupakan Soal Kelayakan dan Kepatutan


Kaidah hukum:
Soal besarnya ganti rugi (karena meninggalnya anak penggugat oleh tidak hati-hatinya tergugat) dalam hal ini pada hakekatnya lebih merupakan soal kelayakan dan kepatutan,yang tidak dapat didekati dengan suatu ukuran.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 1226 K/Sip/1977
Terbit : 1978-1
Hal. 97-109

Tuntutan Ganti Rugi


Kaidah hukum:
Dalam perkara ini ganti rugi tidak dapat diberikan karena tidak dituntut; soal ganti rugi tersebut dapat dituntut kemudian dengan perkara lain.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 689 K/Sip/1974
Terbit : 1977-2
Hal. 132-137

Tidak Umum dalam Dunia Perniagaan untuk Menilai Harta Kekayaan Perusahaan yang Berupa Harta yang Tidak Bergerak dalam Keadaan Dihuni


Kaidah Hukum:

Adalah tidak umum dalam dunia perniagaan untuk menilai harta kekayaan suatu perusahaan yang berupa harta yang tidak bergerak dalam keadaan dihuni; maka dalam menilai harta milik firma yang berupa persil sengketa, tepatnya persil ini dinilai dalam keadaan kosong. (nilai persil dalam keadaan kosong Rp. 91.500.000,-; dalam keadaan dihuni Rp.30.000.000,-).

Dalam hal ada tuntutan primair dan subsidiair, untuk ketertiban beracara, mestinya Pengadilan hanya memilih salah satu untuk dikabulkan dan tidak dapatlah kebebasan yang diberikan oleh tuntutan subsidiair digunakan untuk mengabulkan gugatan primair dengan mengisi kekurangan yang ada pada tuntutan primair seperti yang dilakukan judex facti dalam perkara ini.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 882 K/Sip/1974
Terbit : 1976
Hal. 148-158

Putusan Lepas Dari Segala Tuntutan Hukum


Kaidah hukum:
Pengadilan Tinggi salah menerapkan hukum, dengan menyatakan perbuatan tertuduh bukan merupakan tindak pidana melainkan suatu hubungan keperdataan, memutuskan membebaskan tertuduh dari segala tuduhan. Seharusnya tertuduh dilepaskan dari segala tuntutan hukum.

yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 192 K/Kr/1979
Terbit : 1981-1
Hal. 17-27

Putusan yang Memutus Apa yang Tidak Dituntut


Kaidah hukum:
Putusan Pengadilan Negeri salah, karena memutus hal-hal yang tidak dituntut.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 46 K/Sip/1969
Terbit : 1971
Hal. 443-448

Putusan yang Melebihi/Kurang dari Apa yang Dituntut


Kaidah hukum:
Putusan Pengadilan Negeri harus dibatalkan karena putusannya menyimpang daripada yang dituntut dalam surat gugat, lagipula putusannya melebihi dari apa yang dituntut dan lebih menguntungkan pihak tergugat, sedang sebenarnya tidak ada tuntutan rekonpensi.
Putusan Pengadilan Tinggi juga harus dibatalkan karena hanya memutuskan sebagian saja dari tuntutannya.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 339 K/Sip/1969
Terbit : 1970
Hal. 509