Posts Tagged ‘pertimbangan’

Mahkamah Agung Dalam Perkara Peninjauan Kembali Mendasarkan Pada Pertimbangan Mahkamah Agung dan Judex Factie


Kaidah hukum:
Dengan mendasarkan pada pertimbangan dari Mahkamah Agung sendiri dan pertimbangan judex factie yang dinilai telah tepat dan benar serta dijadikan sebagai pertimbangan Mahkamah Agung sendiri, Mahkamah Agung dalam perkara peninjauan kembali ini menyatakan telah cukup bukti secara sah dan meyakinkan, bahwa Terdakwa bersalah melakukan melakukan perbuatan pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan kesatu Pasal 160 jo Pasal 164 ayat (1) KUHP dan dakwaan kedua pasal 161 ayat (1) KUHP, oleh karena itu atas kesalahan tersebut Terdakwa harus dijatuhi pidana.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 55 /PK/Pid/1996
Terbit : 1995
Hal. 345

Putusan Untuk Memperberat Hukuman Harus Disertai Alasan Yang Memperberat Pidana


Kaidah hukum:
Pengadilan Tinggi dalam pertimbangan hukumnya untuk memperberat pidana yang dijatuhkan, sama sekali tidak menyebutkan alasan-alasan apa yang dapat dinilai sebagaimana hal yang dapat menambah atau memperberat pidana tersebut, selain hanya menganggap pidana yang dijatuhkan Pengadilan Negeri terlalu ringan, akan tetapi Pengadilan Tinggi telah menyetujui pertimbangan hukum Pengadilan Negeri. Pertimbangan hukum demikian dianggap sebagai hal yang tidak cukup dipertimbangkan, dan cukup alasan untuk membatalkannya serta Mahkamah Agung mengadili sendiri.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 202 K/Pid/1990
Terbit : 1994
Hal. 31

Salah Menerapkan Hukum


Kaidah hukum:
Mahkamah Militer Tinggi telah salah menerapkan hukum, sebab tidak cukup mempertimbangkan (onvoldoede gemotiveerd) tentang pidana yg dijatuhkan; oleh sebab itu putusan Mahkamah Militer Tinggi harus dibatalkan dan Mahkamah Agung mengadili sendiri perkara aquo.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 22 K/Mil/1992
Terbit : 1993
Hal. 425

Pertimbangan Hakim Yang Tidak Sempurna


Kaidah hukum:
Pengadilan Tinggi / Pengadilan Negeri tidak sempurna dalam pertimbangan-pertimbangannya mengenai hukuman bagi masing-masing terdakwa;
Adalah tidak cukup pertimbangan pemberatan hukuman dengan hanya menyebutkan, bahwa terdakwa II mula-mula mungkir dan berbelit-belit dalam jawabannya, tetapi kenyataannya kemudan mengakui terus terang atas perbuatannya;
(Mahkamah Agung merubah hukuman bagi terdakwa I; dari 3 tahun 6 bulan menjadi 2 tahun 6 bulan).

Hakim Tidak Perlu Mempertimbangan Tindak Pidana yang Tidak Didakwakan


Kaidah Hukum:

Tidaklah perlu dipertimbangkan oleh Pengadilan Tinggi bahwa tertuduh tidak terbukti dengan sah dan meyakinkan melanggar pasal 299 KUHP karena pasal 299 KUHP ternyata tidak dirumuskan dalam surat tuduhan.

Yurisprudensi Mahkamah Agung

No. 92 K/Kr/1973

Terbit : 1976

Hal. 23-27