Posts Tagged ‘kaidah’

Putusan Bebas (Vrijpraak)


Kaidah hukum:

Putusan Pengadilan Tinggi adalah suatu “pembebasan dari tuduhan “ (vrijpraak), oleh karena dalam persidangan belum dibuktikan orang lain selain dari tertuduh berhak atas sawah dan gedung / bangunan yang dituduhkan telah digelapkan oleh tertuduh;

Maka berdasarkan pasal 16 UU Mahkamah Agung Indonesia No.1 tahun 1950 permohonan kasasi haruslah dinyatakan tidak dapat diterima.

Yurisprudensi Mahkamah Agung

No. 16 K/Kr/1974

Terbit : 1976

Hal. 59-63

Kaidah hukum:
Jaksa terlebih dulu harus dapat membuktikan bahwa sebenarnya putusan Pengadilan Negeri tidak didasarkan atas pertimbangan, bahwa perbuatan yg dituduhkan tidak terbukti, akan tetapi kurang tepat dalam memberi sebutan dalam amar putusannya, yg seharusnya “lepas dari segala tuntutan hukum” menjadi “bebas”,
Dan karena ternyata Jaksa tidak dapat membuktikan hal itu dalam memori bandingnya, seharusnya Pengadilan Tinggi menyatakan permohonan banding Jaksa tidak dapat diterima.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 60 K/Pid/1982
Terbit : 1983-2
Hal. 80-113

 

Kaidah hukum:

Dalam hal putusan pidana mengandung pembebasan terhadap perbuatan yang didakwakan, menurut yurisprudensi, Jaksa seharusnya dalam memori mengemukakan bahwa pembebasan tersebut sebenarnya adalah lepas dari tuntutan hukum dengan alasan-alasan  hukumnya.

 

Yurisprudensi Mahkamah Agung

No. 487 K/Pid/1982

Terbit : 1984-1

Hal. 56-93

 

 

 

Iklan

Saudara Suami Menggugat Harta Campur Kaya yang dikuasai janda almarhum


Kaidah Hukum:
Penggugat sebagai saudara dari almarhum suami tergugat, menggugat pembagian barang campur kaya yang masih dikuasai oleh tergugat sebagai janda almarhum.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 89 K/Sip/1968
Terbit : 1969
Hal.393-397