Posts Tagged ‘hibah’

Anak Gawan Tidak Berhak atas Harta Gono Gini


Kaidah hukum:
Barang gono gini harus jatuh kepada anak kandung bukan kepada anak gawan, oleh karena itu hibah tanpa sepengetahuan yang berkepentingan patut dibatalkan.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 400 K/Sip/1975
Terbit : 1977-1
Hal. 98-105

Iklan

Hibah dalam Hukum Adat di Daerah Bersifat Mengatur (regelend recht)


Kaidah hukum:
Hibah dalam Hukum Adat di daerah bersifat mengatur (regelend recht).

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 207 K/Sip/1970
Terbit : 1970
Hal. 367

Menurut Hukum Adat Bali Hibah Antara Suami Istri Tidak Dilarang


Kaidah hukum:
1. Hukum Adat di Bali.
Hukum Adat di Bali tidak melarang penghibahan antara suami isteri sepanjang hal ini tidak mengenai harta pusaka.
2. UU Pokok Agraria.
Alasan penggugat untuk kasasi bahwa karena belum ada penyerahan maka penghibahan itu belum terjadi tidak dapat dibenarkan oleh karena dalam hukum adat yang menyebabkan pemindahan hak bersifat kontan, sedangkan pendaftaran sesuai dengan UU Pokok Agraria No. 5/1960 dan peraturan pelaksanaannya bersifat administratif belaka.
3. Alasan penggugat untuk kasasi bahwa penyerahan tanah tersebut tidak dibuat dimuka pejabat Agraria juga tidak dapat dibenarkan, karena pasal 19 PP No. 10/1961 berlaku khusus bagi pendaftaran pemindahan hak pada Kadaster sedangkan Hakim dalam menilai sah atau tidaknya suatu perbuatan materiil yang merupakan jual beli tidak hanya terikat pada pasal 19 tersebut.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 123 K/Sip/1970
Terbit : 1970
Hal. 305

Hibah Kepada Ahli Waris yang Merugikan Ahli Waris Lain


Kaidah hukum:
Penghibahan yg dilakukan oleh almarhum kepada ahli waris-ahli warisnya dengan merugikan ahli waris lainnya (karena dengan penghibahan itu ahli waris lainnya tidak mendapat bagian) dinyatakan tidak sah dan harus dibatalkan, karena bertentangan dengan peri keadilan dan Hukum Adat yang berlaku di daerah Priangan.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 391 K/Sip/1969
Terbit : 1970
Hal. 289