Posts Tagged ‘harta’

Gugatan Terhadap Tergugat Yaitu Istri Sah Dari Mendiang Ayah Kandung Penggugat Mengenai Harta Warisan Yang Dikuasai Oleh Tergugat


Kaidah Hukum:
Penggugat mengajukan gugatan terhadap tergugat yaitu istri sah dari mendiang ayah kandung penggugat mengenai harta warisan yang dikuasai oleh tergugat.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 100 K/Sip/1967
Terbit : 1969
Hal. 432-436

Iklan

Harta Asal Istri Dikuasai Kemenakan Almarhum Suami


Kaidah Hukum:
Penggugat sebagai janda dari almarhum Ibrahim gelar Datuk Mudo, menggugat harta peninggalan almarhum berupa kincir padi sengketa yang berasal dari pemberian dari almarhum ayahnya Pono Sutan, harta mana setelah meninggalnya suami penggugat tersebut, dikuasai dengan kekerasan dan tanpa hak oleh terggugat 2 asli (kemenakan almarhum).

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 39 K/Sip/1968
Terbit : 1969
Hal. 414-420

Ahli Waris Yang Berhak Memakai Soko Berhak Menerima Harta Pusaka Tinggi


Kaidah hukum:
Ahli waris bertali darah tidak mewarisi Soko (gelar), sedang yang berhak menerima harta pusaka tinggi adalah ahli waris yang berhak memakai Soko tersebut.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 869 K/Sip/1974
Terbit : 1978-1
Hal. 113-130

Harta Firma


Kaidah hukum:
Harta firma yang telah bubar tidak dapat berubah menjadi harta pribadi selama belum diadakan vereffening.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 718 K/Sip/1974
Terbit : 1977-2
Hal. 90-102

*vereffening : likuidasi

Anak Gawan Tidak Berhak atas Harta Gono Gini


Kaidah hukum:
Barang gono gini harus jatuh kepada anak kandung bukan kepada anak gawan, oleh karena itu hibah tanpa sepengetahuan yang berkepentingan patut dibatalkan.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 400 K/Sip/1975
Terbit : 1977-1
Hal. 98-105

Janda Tidak Berhak Menguasai Harta Peninggalan Suami Karena Melakukan Hubungan di Luar Kawin dengan Laki-laki Lain


Kaidah hukum:
Seorang janda yang melakukan perhubungan di luar kawin dengan laki-laki lain hingga melahirkan anak dan keluarga “kepurusa” dekat mengajukan keberatan atas perbuatan itu, maka janda tersebut telah menyalahi darmanya sebagai janda dan tidak berhak menguasai harta peninggalan mendiang suaminya.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 588 K/Sip/1974
Terbit : 1977-1
Hal. 86-91

Tidak Umum dalam Dunia Perniagaan untuk Menilai Harta Kekayaan Perusahaan yang Berupa Harta yang Tidak Bergerak dalam Keadaan Dihuni


Kaidah Hukum:

Adalah tidak umum dalam dunia perniagaan untuk menilai harta kekayaan suatu perusahaan yang berupa harta yang tidak bergerak dalam keadaan dihuni; maka dalam menilai harta milik firma yang berupa persil sengketa, tepatnya persil ini dinilai dalam keadaan kosong. (nilai persil dalam keadaan kosong Rp. 91.500.000,-; dalam keadaan dihuni Rp.30.000.000,-).

Dalam hal ada tuntutan primair dan subsidiair, untuk ketertiban beracara, mestinya Pengadilan hanya memilih salah satu untuk dikabulkan dan tidak dapatlah kebebasan yang diberikan oleh tuntutan subsidiair digunakan untuk mengabulkan gugatan primair dengan mengisi kekurangan yang ada pada tuntutan primair seperti yang dilakukan judex facti dalam perkara ini.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 882 K/Sip/1974
Terbit : 1976
Hal. 148-158