Posts Tagged ‘ganti rugi’

Besarnya Ganti Rugi Pada Hakekatnya Merupakan Soal Kelayakan dan Kepatutan


Kaidah hukum:
Soal besarnya ganti rugi (karena meninggalnya anak penggugat oleh tidak hati-hatinya tergugat) dalam hal ini pada hakekatnya lebih merupakan soal kelayakan dan kepatutan,yang tidak dapat didekati dengan suatu ukuran.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 1226 K/Sip/1977
Terbit : 1978-1
Hal. 97-109

Tuntutan Ganti Rugi


Kaidah hukum:
Dalam perkara ini ganti rugi tidak dapat diberikan karena tidak dituntut; soal ganti rugi tersebut dapat dituntut kemudian dengan perkara lain.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 689 K/Sip/1974
Terbit : 1977-2
Hal. 132-137

Majikan Mengganti Kerugian Akibat Kesalahan Pegawainya


Kaidah hukum:
Keadaan memaksa/ force majeur yang diajukan oleh tergugat asal sebagai sebab timbulnya kebakaran dan musnahnya bis merk Dodge milik penggugat –asli (perbuatan melanggar hukum Red. M.A.) tidak terbukti;

Setiap orang mengetahui bahwa mengisi bensin pada kendaraan bermotor tidak melalui pompa bensin adalah sangat berbahaya; apabila yang bersangkutan meskipun mengetahui bahaya tersebut tetap mengisi bensin dgn menggunakan ember (di luar pompa bensin) maka ia harus menanggung resikonya;

Kebakaran tersebut terjadi karena kelalaian seorang pegawai P.O. NV Bintang dalam melakukan pekerjaannya; oleh karena itu menurut yurisprudensi tetap, majikannya harus mengganti kerugian yang timbul karena kesalahan pegawainya

Hakim Berwenang Menetapkan Ganti Rugi yang Pantas


Kaidah hukum:
Meskipun tuntutan ganti rugi jumlahnya dianggap tidak pantas, sedang penggugat mutlak menuntut sejumlah itu, Hakim berwenang untuk menetapkan berapa sepantasnya harus dibayar; hal itu tidak melanggar pasal 178 (3) HIR (ex aequo et bono).

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 610 K/Sip/1968
Terbit : 1970
Hal. 489

Hakim Pidana Tidak Berwenang Menetapkan Ganti Rugi


Kaidah hukum:
Hakim pidana tidak berwenang menetapkan ganti rugi.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 54 K/Kr/1969
Terbit : 1970
Hal. 35-41