Hukum Tidak Mengenal Kata “Hampir Dewasa”


Kaidah hukum:

Hukum tidak mengenal kata “hampir dewasa” bagi orang yang berumur 14 tahun.

Yurisprudensi Mahkamah Agung

No. 821 K/Pid/1996

Terbit : 1996

Hal. 458

Iklan

3 responses to this post.

  1. Posted by Dedi on 06/05/2011 at 11:32

    maksudnya bagaimana hukum tidak mengenal kata hampir dewasa pak??
    apakah ini sah, dan anak-anak yang berumur 1 tahun keatas sudah dapat terkena sanksi hukum, atau upaya hukum??
    mohon penjelasannya..
    Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih..

    Balas

    • Dalam hukum hanya mengenal belum dewasa dan dewasa. Dalam perkara pidana batasan umur dewasa adalah 18 tahun dan dikatakan juga telah dewasa dalah orang belum berumur 18 tahun tetapi sudah menikah.
      Di bawah ini saya kutip pasal 4 dan 5 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Peradilan
      Pasal 4
      Ayat (1)
      Batas umur Anak Nakal yang dapat diajukan ke Sidang Anak adalah sekurang-kurangnya 8 (delapan) tahun tetapi belum mencapai umur 18 (delapan belas) tahun dan belum pernah kawin.
      Ayat (2)
      Dalam hal anak melakukan tindak pidana pada batas umur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan diajukan ke sidang pengadilan setelah anak yang bersangkutan melampaui batas umur tersebut, tetapi belum mencapai umur 21 (dua puluh satu) tahun, tetap diajukan ke Sidang Anak.

      Pasal 5
      Ayat (1)
      Dalam hal anak belum mencapai umur 8 (delapan) tahun melakukan atau diduga melakukan tindak pidana, maka terhadap anak tersebut dapat dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik.

      Ayat (2)
      Apabila menurut hasil pemeriksaan, Penyidik berpendapat bahwa anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) masih dapat dibina oleh orang tua, wali, atau orang tua asuhnya, Penyidik menyerahkan kembali anak tersebut kepada orang tua, wali, atau orang tua asuhnya.

      Ayat (3)
      Apabila menurut hasil pemeriksaan, Penyidik berpendapat bahwa anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak dapat dibina lagi oleh orang tua, wali, atau orang tua asuhnya, Penyidik menyerahkan anak tersebut kepada Departemen Sosial setelah mendengar pertimbangan dari Pembimbing Kemasyarakatan.

      Balas

  2. Posted by yusron on 18/03/2012 at 02:53

    rasanya psl 4 (ayat 1 & 2) anak 8 th lbh tp blm 18 yg blm nikah terlalu dini manakala harus diproses apalagi sampai dihukum penjara. krn penjara bukan tempat terbaik buat anak seumur itu. oleh karena itu kemunculan diskursus tentang mediasi panel dan perma no. 2 /2012 menjadi alternatif dalam penyelesaian perkara-perkara pidana yg tak layak dibawa ke pengadilan. gmn menurut bpk soal mediasi panel…? suwun

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: