Menyuruh Melakukan


Kaidah hukum:

Dalam Ilmu Hukum Pidana “Menyuruh Lakukan” mengandung arti, bahwa si pelaku langsung tidak dapat dipertanggung jawabkan secara pidana. Padahal dalam perkara ini keadaannya tidak demikian. Dengan melihat segala bukti sehubungan dengan perbuatan yg dilakukan oleh terdakwa adalah suatu perbuatan yang langsung dilakukan oleh terdakwa . Jadi terdakwa adalah pelaku langsung dan bukan menyuruh lakukan seperti pendapat judex facti.

Yurisprudensi Mahkamah Agung

No. 1804 K/Pid/1988

Terbit : 1991

Hal. 199

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: