Pelaksanaan atau Penafsiran Perjanjian


Kaidah hukum:

  1. Pelaksanaan suatu perjanjian dan tafsiran suatu perjanjian, tidak dapat didasarkan semata-mata atas kata-kata dalam perjanjian tersebut. In casu berdasarkan sifat daripada bangunan lantai atas (loods) maka hal ini mrp suatu “bestendig en gebruikelijk beding” terhadap pasal X dari perjanjian antara penggugat dan tergugat I (pasal 1347 jo. Pasal 1339 K.U.H.Perdata).
  2. Pada azasnya mengabulkan lebih dari pada yang diminta dalam petitum menurut yurisprudensi dapat diberikan asal saja tidak menyimpang dari posita;

Yurisprudensi Mahkamah Agung

No. 1245 K/Sip/1974
Hal. 58-66

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: