Alasan Pemaaf


Kaidah hukum:
Karena tergulingnya truk tidak semata-mata tanggung jawab terdakwa, terdapat alasan pemaaf untuk menghapuskan kesalahannya.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 496 K/Pid/1982
Terbit : 1984-1
Hal. 1-16

One response to this post.

  1. Posted by gendon on 03/02/2012 at 00:08

    Wah sayang kok putusan dan atau pertimbangan hakim mahkamah tdk dicantumkan. padahal disitu letak dimana yang dikatakan sebagai alasan pemaaf …. apakah memang dari orang yg lalai dalam mengemudi ataukah dari korban yang kurang berhati-hati sehingga tdk dapat/diluar kemampuan dari pengemudi untuk menghindar/menolak sehingga terjadi kecelakaan tersebut.
    Tetapi tidak setiap kelalaian atau kealpaan yang menimbulkan korban bagi
    orang lain dengan sendirinya bisa dipidana. Karena pada dasarnya yang bisa dipidana adalah setiap perbuatan pidana atau Strafbaarfeit. Jadi yang dihukum bukanlah hasil dari suatu perbuatan tetapi perbuatan itu sendiri. Kalau setiap perbuatan yang menimbulkan korban berupa luka atau mati tanpa adanya unsur kesengajaan dengan sendirinya bisa dihukum maka berarti yang dihukum adalah hasil dari suatu perbuatan dan bukan perbuatan itu sendiri.
    Karena itu patut juga kita cermati putusan Hoge Raad tertanggal 25 April
    1916 yang menyatakan “Untuk dapat diterapkannya ketentuan ini tidak cukup
    adanya setiap sikap kurang hati-hati. Diperlukan adanya sikap kurang hati-hati
    teledor atau kesalahan yang sedikit atau banyak dapat dipersalahkan”
    dan ini dari yurisprudensinya perkara putusan Pengadilan Negeri Pacitan tanggal 14 April 1980 No.2/1980/Pidana B jo Putusan Pengadilan Tinggi di Surabaya tanggal 23 Desember 1981 No. 306/1981/Pidana jo Putusan Mahkamah Agung tanggal 3 April 1983 No. 496K/Pid/1982 bang ………….
    Putusan tanggal 3 April 1983 No.496K/Pid/1982 telah membenarkan keberatan-keberatan yang telah diajukan pemohon kasasi Sudir.
    Dalam pertimbangan hukumnya Mahkamah Agung berpendapat bahwa “Penuntut kasasi sendiri sebenarnya sejak semula sudah menyatakan keberatan mengemudikan truk AE 1253 XX dengan alasan menurut peraturan tidak untuk
    penumpang umum dan belum dikeur, lagi pula batas maksimum muatan truk
    itu hanya 2,5 ton, padahal yang diangkut itu sebanyak 42 orang anggota polisi,
    tetapi dalam keadaan terpaksa penuntut kasasi mengemudikan truk itu karena
    didorong oleh suatu tekanan batin yang datangnya dari luar, yaitu dari pihak
    kepolisian sendiri yang memintanya untuk mengantarkan rombongan polisi itu dari Pacitan menuju Madiun, sehingga karena jumlah penumpang telah melebihi
    batas muatan dan penumpang dibak truk itu semuanya berdiri, maka pada waktu
    itu truk itu melewati jalan tikungan, terdakwa tidak dapat lagi menjaga dan
    menguasai keseimbangan kemudinya yang mengakibatkan truk itu menjadi terguling.
    “Bahwa tergulingnya truk pada kilometer 36-37 jurusan Pacitan-Ponorogo yang
    mengakibatkan beberapa anggota polisi menderita luka-luka adalah mempunyai
    hubungan kausal dengan kondisi truk itu serta situasi pada waktu dijalankan dari
    Pacitan, dan karena kesalahan itu tidak semata-mata menjadi tanggungjawab
    terdakwa, maka terdapatlah alasan pemaaf baginya untuk menghapuskan kesalahan dari terdakwa yang telah melakukan perbuatan pidana itu.
    ”Berdasarkan pertimbanganpertimbangan tersebut Mahkamah Agung pada
    akhirnya berkesimpulan dalam amar putusan, yaitu :
    Menerima permohonan kasasi dari penuntut kasasi Sudir tersebut.
    Membatalkan putusan Pengadilan Tinggi di Surabaya tanggal 23 Desember 1981
    No. 306/1981/Pidana.
    Mengadili Sendiri :
    Menyatakan perbuatan seperti yang dituduhkan pada terdakwa tersebut terbukti
    secara sah dan meyakinkan tetapi tidak ada kesalahan pada terdakwa.
    Mungkin perlujuga dilihat putusan Mahkamah Agung dengan putusan Reg.No.624 K/Pid/1986 tanggal 17 Februari 1988 membebaskan terdakwa dengan
    pertimbangan “Ternyata terdakwa telah cukup hati-hati dan waspada dan menuruti
    semua ketentuan lalu lintas”
    Matur Nuwun.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: