Sengketa Warisan


Kaidah Hukum:

Karena tidak dapat dibuktikan bahwa sawah sengketa diperoleh dalam perkawinan kesatu dan kedua, maka harus dianggap sebagai warisan dari almarhum ibu penggugat asal dan tergugat asal yang belum dibagi. (penggugat asal dan tergugat asal adalah dari satu ibu lain bapak).
Pembagian warisan dalam perkara ini sekarang harus menurut hukum yang mengakui hak wanita sama dengan hak laki-laki dalam hukum warisan. (peninggal warisan, ialah ibu penggugat asal/ibu tergugat asal, meninggal pada jaman Jepang).

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 707 K/Sip/1973
Terbit : 1976
Hal. 118-124

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: