Hukum Waris Adat Tapanuli


Kaidah hukum:
Tanah yang bukan merupakan tanah pusaka sebagaimana tersebut dalam bahasa daerah di Tapanuli “golad” tetapi merupakan tanah garapan dari suami-isteri dalam perkawinan pertama dan yang dibawa si isteri kedalam perkawinannya kedua setelah suami yang pertama meninggal dunia dan dari perkawinannya kedua itu tidak ada anak, seluruhnya harus kembali kepada anak satu-satunya dari perkawinan yang pertama sekalipun anaknya itu seorang perempuan.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 1037 K/Sip/1971
Terbit : 1974
Hal. 187-204

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: