Bukti Surat


Kaidah hukum:

Satu surat bukti saja tanpa dikuatkan oleh alat bukti lain tidak dapat diterima sebagai pembuktian.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 665 K/Sip/1973
Terbit : 1973
Hal. 272-288

2 responses to this post.

  1. Posted by di parid on 20/08/2010 at 13:55

    perkara harta bersama gono -gini penggugat hanya dapat melihatkan/membuktikan foto kofy surat AJB,sebuah rumah atas nama penggugat, kerena surat yang aslinya ada dipihak tergugat/suami, oleh hakim dalam persidangan dikesamingkan,lalu mau kemana aturan hukum itu, tidak ada kepastian hukum , menyelesaikan permasalahan hukum yang begitu rumit, tidak terang , mengambang hukum itu, hanyut seakan mau kemena saja silahkan.’ problema’ . orang mengerti hukum aka tetapi tidak mengerti seluruh aspek hukum

    Balas

    • Untuk berperkara di pengadilan, menang tidaknya perkara, tergantung bukti-bukti yang diajukan. Apakah bukti yang diajukan dapat menguatkan alasan gugatan dan mematahkan alasan lawan. Bukti yang digunakan dalam persidangan harus dapat menunjukkan ASLI nya, apabila tidak dapat menunjukkan ASLI nya maka bukti yang diajukan tidak mempunyai kekuatan pembuktian sama sekali. Coba dipikirkan, manakah yang lebih memberikan kepastian hukum? Apakah fotocopy AJB atau ASLI dari AJB?
      Seandainya Tergugat tidak menunjukkan ASLI bukti atau tidak menjadikan sebagai bukti itu adalah sah-sah saja dan dibenarkan oleh hukum karena pembuktian dalam perkara perdata diserahkan kepada para pihak untuk mencari dan mendapatkan bukti sendiri.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: