Perbuatan Pidana yang Merupakan Social Adequate dan Bukan Merupakan Kejahatan dan Pelanggaran Tidak Dapat Dipidana


Kaidah hukum:

  1. Asas “materiele wederrechtelijkheid” merupakan suatu “buitenwettelijke uitsluitingsgrond”, suatu ”buitenwettelijke rechtsvaardiginggrond” dan sebagai suatu alasan yang buitenwettelijke sifatnya merupakan suatu “fait d’excuse” yang tidak tertulis, seperti dirumuskan oleh doktrin dan yurisprudensi. Sesuai dengan tujuan dari asas “materiele wederrechtelijkheid” suatu perbuataan yang merupakan perbuatan pidana, tidak dapat dipidana, apabila perbuatan tersebut adalah social adequate.
  2. Hasil dari Seminar Hukum Nasional bukanlah sumber atau dasar hukum, terlepas dari persoalan apakah bunyi resolusi Seminar Hukum Nasional tersebut mengandung asas materiele wederrechtelijkheid atau tidak.
  3. Asas materiele wederrechtelijkheid diakui oleh yurisprudensi dan perundang-undangan tertentu (UU No.3 / 1971 tentang Tindak Pidana Korupsi).
  4. Dalam hubungannya dengan asas materiele wederrechtelijkheid maka putusan P.T. harus diperbaiki karena perbuatan tertuduh dinyatakan “bukan merupakan kejahatan maupun pelanggaran”, sedangkan sebetulnya perbuatan tersebut adalah merupakan kejahatan (memenuhi unsur-unsur formil), akan tetapi tertuduh tidak dapat dipidana.
Yurisprudensi Mahkamah Agung

No. 81 K/Kr/1973

Terbit : 1977-1

Hal. 12-21

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: