Perbedaan Nilai Mata Uang Baru Dinilai dengan Harga Emas


Kaidah hukum:
Tentang penilaian uang/resiko berdasarkan yurisprudensi, perbedaan harga mata uang baru dinilai menurut harga emas membebankan resikonya pada kedua belah pihak secara setengah-tengah akan tetapi dalam hal ini seluruh resiko dibebankan kepada tergugat, karena ia yang bersalah yaitu telah melepaskan hak penggugat secara sepihak.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No.208 K/Sip/1971
Terbit : 1971
Hal. 248-252

Kaidah hukum:
Penilaian uang, harus dilakukan dengan menggunakan harga emas.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 74 K/Sip/1969
Terbit : 1971
Hal. 259-264

Kaidah hukum:
Menurut Yurisprudensi tetap Mahkamah Agung jumlah uang tersebut harus dinilai dgn menggunakan harga emas pada akhir tahun 1965 (saat terjadinya jual beli) dan harga emas pada waktu sekarang dengan membebankan resiko karena penilaian itu kepada kedua belah pihak yang berperkara secara separuh-separuh : (penilaian: 1/2x Rp.37.852.000,-/ Rp. 12.000,-(harga emas akhir tahun 1965) x Rp. 1.800,- u.b. (harga emas sekarang) = Rp. 2.838.900,-).

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 380 K/Sip/1975
Terbit : 1976
Hal. 90-98

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: