Menurut Hukum Adat Bali Hibah Antara Suami Istri Tidak Dilarang


Kaidah hukum:
1. Hukum Adat di Bali.
Hukum Adat di Bali tidak melarang penghibahan antara suami isteri sepanjang hal ini tidak mengenai harta pusaka.
2. UU Pokok Agraria.
Alasan penggugat untuk kasasi bahwa karena belum ada penyerahan maka penghibahan itu belum terjadi tidak dapat dibenarkan oleh karena dalam hukum adat yang menyebabkan pemindahan hak bersifat kontan, sedangkan pendaftaran sesuai dengan UU Pokok Agraria No. 5/1960 dan peraturan pelaksanaannya bersifat administratif belaka.
3. Alasan penggugat untuk kasasi bahwa penyerahan tanah tersebut tidak dibuat dimuka pejabat Agraria juga tidak dapat dibenarkan, karena pasal 19 PP No. 10/1961 berlaku khusus bagi pendaftaran pemindahan hak pada Kadaster sedangkan Hakim dalam menilai sah atau tidaknya suatu perbuatan materiil yang merupakan jual beli tidak hanya terikat pada pasal 19 tersebut.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 123 K/Sip/1970
Terbit : 1970
Hal. 305

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: