Jual Beli Tanah Sengketa


Kaidah hukum:
Pendapat Pengadilan Tinggi bahwa jual beli persil sengketa yang dilakukan antara penggugat asal dengan ahli waris Jan Bas itu adalah sah tidak dapat dibenarkan karena:
Suatu perjanjian jual beli adalah sah bilamana benda yang menjadi obyek itu ada, dan tidak gugur ;
Sedangkan dalam hal ini pada saat dilakukannya perjanjian jual beli sengketa pada tgl. 21/2/1957 hak yang menjadi obyek dari perjanjian jual beli itu berada dalam keadaan gugur, sedang yang ada hanya baru terdapap kuasa dari Hakim untuk memperbaharui akte hak erfpacht yang berbeda dalam keadaan gugur itu, sehingga tidak dapat dikatakan merupakan suatu barang tertentu yang menjadi salah satu syarat sahnya suatu perjanjian jual beli menurut hukum hak atas tanah sengketa belum diserahkan kepada Penggugat asal sehingga belum pernah hak atas tanah itu berpindah kepadanya.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 698 K/Sip/1969
Terbit : 1972
Hal. 210-377

About these ads

4 responses to this post.

  1. pengikatan untuk jual beli, oleh ahli waris dengan bukti surat tanah yang sudah gugur dan belum ada bukti perubahan nama kepada penjual(ahli waris).alat bukti yang sudah gugur itu di jual kepada pembeli dengan pengikatan notaris tersebut dan bukan pejabat PPAT.setelah lama sepuluh tahun oleh pembeli pengikatan untuk jual beli tersebut di jadikan alat bukti untuk menggugat pemilik tanah yang menduduki dan sudah ada bangunan di objek,yang sudah di putus dengan perkara sebelumnya/perkara dengan pihak penjual di atas,dan sudah memiliki kekuatan hukum tetap.

    Balas

    • Surat bukti otentik tidak selamanya mempunyai kekuatan pembuktian yang sempurna, apabila surat bukti otentik tersebut dapat dibuktikan sebaliknya, misalnya Akta Jual Beli yang dibuat Notaris dibatalkan karena adanya unsur tipu muslihat (bedrog) dalam jual beli tersebut.

      Akta pengikatan/perikatan Jual Beli tidak mempunyai batas waktu berlakunya surat kecuali ditentukan lain dalam akta perikatan tersebut, sedangkan yang mempunyai batas waktu adalah Akta Jual Beli.

      Akta Perikatan Jual Beli harus diikuti dengan perbuatan jual beli yang dilakukan dihadapan PPAT kemudian oleh PPAT tersebut dibuatlah AKta Jual Beli. Dengan Akta Jual Beli tersebut baru didaftarkan ke BPN untuk dilakukan balik nama sertifikat.

      Akta perikatan jual beli dibuat oleh Notaris dan tidak perlu didaftarkan ke instansi manapun, sedangkan Akta Jual Beli harus dibuat oleh PPAT yang dengan Akta Jual Beli tersebut diajukan permohonan perubahan kepemilikan hak atas tanah/bangunan ke Kantor Pertanahan/BPN.

      Apa dasar Tergugat menguasai tanah dan bangunan tersebut? apabila dasarnya adalah jual beli dengan pemilik tanah maka perlu dilihat mana yang lebih dulu terjadi antara Perikatan Jual Beli (Yang dilakukan Penggugat) dengan Jual Beli (yang dilakukan Tergugat)? Kalo ternyata Perikatan Jual Belinya lebih dulu dari Jual Belinya maka Jual Beli yang dilakukan dapat dibatalkan karena telah membeli barang yang sudah ada perikatan jual beli yang masih berlaku. Demikian sebaliknya.

      Balas

      • Posted by KANDA on 03/07/2012 at 07:58

        Para penggugat dapat menggugat dengan alat bukti pengikatan untuk jual beli oleh Notaris,bukti surat tanah sudah di putus di perkara sebelumnya di PN Dumai.Kemudian PN Dumai memutuskan perkara ke 2 berkekuatan hukum tetap dan mengeksekusi bangunan Ruko.bagaimana pertanggung jawaban hukum tentang bangunan yang di eksekusi tersebut,SKGR,Bukti sertifikat dalam proses,IMB,PBB ….????

  2. Posted by uzaki on 02/09/2012 at 13:10

    Kakak saya diberi tanah oleh ibu saya dengan syarat tidak akan diberikan/dijual kepada orang lain..
    tapi kakak saya sudah membuat 2 Surat Keterangan Penguasaan Tanah (SKPT) dengan nama yang sama. 1 SKPT diberikan kepada ibu saya untuk dipegang sebagai jaminan dan 1 SKPT lagi sudah dialihkan kepemilikannya kepada orang lain melalui Notaris dan pemilik yang baru sudah menjaminkan tanah tersebut ke bank dan bank mau melelang tanah tersebut karena angsurannya tidak dibayar oleh yang bersangkutan…..Ibu saya keberatan akan hal itu,

    Apakah surat dari Notaris tersebut dapat dibatalkan atau digugat?
    Bagaimana Caranya?

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 182 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: