Pembagian Warisan Menurut Hukum Adat


Kaidah hukum:
Tentang pelaksanaan pembagian harta warisan yang belum terbagi, hukum adat yang harus diperlakukan adalah hukum adat (Yurisprudensi) yang berlaku pada saat pembagian tersebut dilaksanakan, jadi hukum adat yang berlaku pada dewasa ini.

Yurisprudensi Mahkamah Agung
No. 182 K/Sip/1970
Terbit : 1971
Hal. 193-197

About these ads

13 responses to this post.

  1. Posted by azizi on 06/06/2010 at 14:30

    bolehkah saya bertanya,saya mohon bantuannya pak untuk menyelesaikan permasalahan ini karena dari pihak keluarga lebih kental dg hukum adat jd inginnya warisnya diselesaikan secara adat pula, tlg kirim pula ke email saya,ini pertanyaan saya :
    Pada tahun 1955 Achwan telah kawin dengan Tuti. Dari perkawinan tersebut telah
    dilahirkan Santi dan Nuri. Selama perkawinan telah dimiliki harta sebagai berikut
    : Satu buah rumah hadiah perkawinan dari ibunya Achwan, uang simpanan di bank
    atas nama Achwan yang diperoleh selama perkawinan Rp 20 juta rupiah,empat ha
    tanah gogol tetap pemberian ayah Achwan, dan satu rumah hasil kerja Tuti dalam
    perkawinan dan atas nama Tuti. Kedua anaknya telah kawin dan masing-masing telah
    punya anak. Oleh karena keluarga Achwan tidak mempunyai anak laki-laki, maka
    mereka mengangkat Budi sebagai anak mereka, dikawinkan dan telah mempunyai anak.
    Kemudian pada tahun 2003 Budi meninggal karena kecelakaan dengan meninggalkan
    kedua anaknya yaitu Basuki dan Erni. Tahun 2004 Achwan meninggal, sebulan
    kemudian Tuti juga meninggal. Berdasarkan kesepakatan ahli waris, harta
    peninggalan Acwan segera dibagi.
    Pertanyaan :
    a. Berupa harta apa saja yang ada dalam perkawinan antara Achwan dan Tuti. Jelaskan
    menurut hukum adat.
    b. Siapakah ahli waris harta Achwan dan Tuti? Bandingkan kalau kasus tersebut
    terjadi pada masyarakat patrilinial dan matrilinial.
    c. Bagaimanakah kedudukan anak angkat dalam proses pewarisan Hukum Adat!
    terima kasih atas bantuannya

    Balas

    • sebelumnya mohon dijelaskan hal berikut satu buah rumah hadiah perkawinan dari ibunya Achwan atas nama siapa (masih atas nama ibunya atau sudah atas nama Achwan) dan kapan pernikahan dilangsungkan, tanah gogol atas nama siapa (masih atas nama ayahnya atau sudah atas nama Achwan) dan kapan diberikannya, pengangkatan anak dilakukan kapan dan pada waktu usia anak berapa tahun.

      Balas

  2. Posted by dwi on 20/08/2010 at 15:08

    Bapak,mohon diberikan pencerahan atas kasus ini.karena saya buta masalah hukum terlebih lagi masalah hukum adat.Seorang kakak perempuan meninggal dunia(status masih gadis) beliau meninggalkan:
    1 orang ibu
    4 org sdr kandung laki-laki
    4 org sdr kandung perempuan
    1 org sdr laki-laki se ibu
    1 org sdr perempuan se ibu
    yang saya mau tanyakan:
    1) Apakah ibu,sdr se ibu (laki2 & perempuan) berhak atas harta peninggalan tsb.(alhmh dan ahli waris org jawa)
    2) Bagaimana cara menentukan ahli waris menurut hukum adat dan penghitungannya.
    3) Hukum apakah yang seharusnya diterapkan dalam hal ini mengingat ahli waris beragama islam
    Terimakasih sebelumnya atas penjelasan yang diberikan untuk kasus ini.

    Balas

    • 1) Saudara seibu bukan ahli waris
      2) Menurut hukum Adat yang berhak pertama kali menjadi ahli waris adalah keturunan kebawah, apabila tidak ada keturunan ke bawah maka yang menjadi ahli waris adalah keturunan ke atas, apabila tidak ada baru keturunan ke samping. dengan perhitungan segendong sepikul atau laki-laki mendapat dua bagian dan perempuan satu bagian atau 2:1
      3) sebaiknya diselesaikan sesuai dengan hukum Islam.

      Balas

  3. Posted by rere on 12/10/2011 at 16:28

    :: saya mau bertanya, suami istri mempunyai 2 orang anak 1laki-laki dan 1perempuan,, kemudian suami istri tsb bercerai,,dan suaminya meninggal dunia, dari hasil pernikahannya itu mereka mempunyai tanah seluas 3ha,, bagaimana cara membagi harta warisannya secara hukum adat, hukum barat dan hukum islam???? untuk anak laki2 berapa bagian, untuk anak permepuan berapa bagian dan untuk istri berapa bagian?mohon jawababnya secepatnya

    Balas

    • Posted by selfi on 04/08/2012 at 14:05

      Sertifikat atas nama ria emoi(contoh)almarhumah.
      Ria meninggalkan 5 org anak.
      Prtnyaan saya..
      Apkah ke 5 anak ini berhak mnjadi ahli waris.sdangkn tanah itu sudah di jual ria imoi tanpa spengetahuan ke 5 anak tersbut.
      Sya ingin jwaban it skrg.krn ada dlm pngurusan msalah tanah tersebut.trimaksih sblumnya.
      Salam.

      Balas

      • Karena sertifikat atas nama Ria, maka dalam hal penjualan tanah tidak perlu ijin ataupun sepengetahuan anak-anaknya.

  4. Posted by irda on 22/11/2012 at 13:58

    assalammualaikum Pak….
    saya mohon penjelasan dan jawaban Bapak yang terhormat. persoalannya begini pak. kita memiliki tanah kaum yang merupakan harta pusaka tinggi (di Sumatera Barat) yang diturunkan dari nenek kepada ibu kita pak. kita bersaudara ada 11 orang, 5 laki-laki dan 6 perempuan. kakak saya yang tertua laki-laki. kerjanya hanya menjual tanah pusaka tinggi itu pak. ada yang sepengetahuan ibu saya, dan ada atas persetujuan ibu saja. tapi kami yang perempuan tidak pernah tahu kalo tanah itu dijualnya Pak…ibu saya sudah berumur 75 tahun sekarang pak..yang menjadi pertanyaan saya pak, bolehkah kami yang perempuaan menuntut orang yang membeli tanah itu karena kakak saya itu menjualnya bersama ibu tanpa sepengetahuan kami. dan upaya apa yang harus kami lakukan pak sementara keadaan kami juga miskin semuanya pak. kami sangat butuh bantuan Bapak akan hal ini. terima kasih pak.

    Balas

    • Apabila pada waktu tanah yang dijual masih atas nama ibu maka tidap perlu persetujuan anak-anaknya. Pemilik hal atas tanah mempunyai hak untuk menjual, mengalihkan, menjaminkan kepada siapapun. Misalnya tanah dijual maka jual belinya adalah sah.

      Balas

  5. Bagaimana kalau ada peninggalan harta dari orang tua yang telah di berikan kepada salah seorang anaknya dan setelah orang tuanya meninggal, apakah anak yang lainnya boleh menuntut peninggalan orang tuanya yang telah di berikan kepada salah satu anaknya ?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 181 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: