Peraturan Perundang-Undangan


PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Perundang-undangan sekarang ini sudah menjadi suatu ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan perundang-undangan adalah cabang ilmu hukum yang meneliti gejala peraturan perundang-undangan, yaitu setiap keputusan tertulis yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang untuk mengatur manusia yang bersifat dan berlaku mengikat umum.

Sebagai ilmu pengetahuan, ilmu perundang-undangan mempunyai unsur-unsur sifat ilmiah:
1. Berobjek
2. Bermetode
3. Bersistem
4. Bersifat Universal

1. Berobjek
Objek ilmu perundang-undangan adalah perundang-undangan atau hukum yang diundangkan.

2. Bermetode
Pembentukan peraturan perundang-undangan didasarkan pada norma hukum yang bersifat hirarkhis. Norma hukum yang tertinggi sebagai dasar norma hukum di bawahnya. Peraturan perundang-undangan yang lebih rendah tidak boleh melanggar peraturan perundang-undangan di atasnya.

3. Bersistem
Ada dua sistem hukum, sistem hukum Continental dan Anglo Saxon.

Ciri-ciri sistem hukum Continental
- Mengutamakan hukum tertulis
- Disusun dalam suatu kitab undang-undang (kodifikasi) sehingga sistem disebut juga Codified law system.
- Suatu undang-undang itu baik apabila memenuhi syarat, bersifat umum dan undang-undang harus lengkap, terkodifikasi.
- Kedudukan pemerintah dan hakim adalah sebagai petugas yang menerapkan undang-undang.
- Mengutamakan hukum keperdataan.

Ciri-ciri sistem hukum Anglo Saxon
- Mengutamakan Yurisprudensi.
- Perkembangan hukum mengacu pada kasus-kasus konkrit. Dari kasus-kasus tersebut lahir kaidah dan asas hukum.
- Sistem ini biasa disebut juga Case law system.

4. Bersifat Universal
Peraturan perundang-undangan tidak terikat oleh waktu, tempat maupun tradisi.

Landasan Yuridis Peraturan Perundang-undangan

Agar Peraturan perundang-undangan dapat berlaku mengikat dan mempunyai efektifitas dalam pengenaan sanksi maka perlu persyaratan yuridis yang harus dipenuhi. Persyaratan yuridis tersebut yang menjadi landasan yuridis suatu peraturan perundang-undangan.

Persyaratan yuridis tersebut adalah:
- Dibuat dan dibentuk oleh organ yang berwenang.
- Adanya kesesuaian bentuk/jenis Peraturan Perundang-undangan dengan materi muatan yang akan diatur.
- Adanya prosedur dan tata cara pembentukan yang ditentukan.
- Tidak boleh bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi tingkatannya.

Asas-asas Umum Peraturan Perundang-undangan

- Tidak berlaku surut.
- Undang-undang yang dibuat oleh penguasa lebih tinggi mempunyai kedudukan lebih tinggi.
- Undang-undang khusus mengesampingkan undang-undangan yang bersifat umum (lex specialis derogat lex generalli).
- Undang-undang yang berlaku belakangan membatalkan undang-undang yang berlaku terdahulu (lex posteriore derogat lex priori).
- Undang-undang tidak dapat diganggu gugat.
- Undang-undang sebagai sarana untuk mencapai kesejahteraan spirituil dan materiil bagi masyarakat maupun individu melalui pembaharuan dan pelestarian (welvaarstaat)

Asas-asas Umum Peraturan Perundang-undangan(menurut UU 10/2004)

Ada dua pengelompokan asas-asas umum peraturan perundang-undangan dalam UU Nomor 10 Tahun 2004, yaitu:

1. Asas yang berkaitan dengan pembentukan Peraturan perundang-undangan. (Pasal 5)
2. Asas yang berkaitan dengan materi muatan Peraturan perundang-undangan. (Pasal 6 ayat (1))

Ad. 1. Asas yang berkaitan dengan pembentukan Peraturan perundang-undangan. (Pasal 5)
- Kejelasan tujuan.
- Kelembagaan atau organ yang tepat.
- Kesesuaian antara jenis dan materi muatan.
- Dapat dilaksanakan.
- Kedayagunaan dan kehasilgunaan.
- Kejelasan rumusan.
- Keterbukaan.

Ad.2. Asas yang berkaitan dengan materi muatan Peraturan perundang-undangan. (Pasal 6 ayat (1)
- Asas pengayoman.
harus berfungsi memberikan perlindungan dalam rangka menciptakan ketentraman masyarakat.
- Asas kemanusiaan.
memberikan perlindungan dan penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia serta harkat martabat setiap warga negara dan penduduk Indonesia secara proporsional.
- Asas kebangsaan.
mencerminkan sifat dan watak bangsa Indonesia yang pluralistik dengan prinsip negara kesatuan Republik Indonesia.
- Asas kekeluargaan.
mencerminkan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam pengambilan keputusan.
- Asas kenusantaraan.
memperhatikan kepentingan seluruh wilayah Indonesia dan materi muatan peraturan di daerah merupakan bagian dari sistem hukum yang berdasarkan Pancasila
- Asas Bhineka Tunggal Ika.
harus memperhatikan keragaman penduduk, agama, suku dan golongan, kondisi khusus daerah, dan budayak hususnya menyangkut masalah-masalah sensitif dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
- Asas keadilan.
harus mencerminkan rasa keadilan bagi setiap warga negara secara proporsional.
- Asas kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan.
tidak boleh berisi hal-hal yang bersifat membedakan berdasarkan latar belakang, agama, suku, ras, golongan, gender atau status sosial.
- Asas ketertiban dan kepastian hukum.
harus dapat menimbulkan ketertiban dalam masyarakat melalui adanya jaminan kepastian hukum.
- Asas keseimbangan, keserasian dan keselarasan.
harus mencerminkan keserasian, keseimbangan, keselarasan antara kepentingan individu dan masyarakat dengan kepentingan bangsa dan negara.

About these ads

One response to this post.

  1. undang undang bisa di salah gunakan,misalnya; penguasa membuat undang undang untuk melindungi kekuasaan mereka atau untuk menguntungkan mereka agar tbebas dari jerat hukum. itu bisa terjadi jika yang membuat undang-undang adalah manusia yang didasarkan pada kejeniusdan manusia. seharusnya undang-undang dibuat berdasarkan qur’an dan sunah, karena jika itu dasarnya maka undang undang yang dihasilkan akan menguntungkan semua pihak.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 177 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: